Tuesday, February 7, 2017

SKPD/UKPD Pemprov DKI Bisa Jalin Kerja Sama dengan Media.

 Diskominfotik Jajaki Kemungkinan Kerjasama Dengan Media

KEADILAN SOSIAL
BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

www.beritajakarta.com

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing.
Editor : Rio Sandiputra.
Kamis, 02 Februari 2017.

Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) yang ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bisa bekerja sama mensosialisasikan program, kebijakan atau regulasi melalui media. Hal ini dinilai efektif untuk penyampaian kepada masyarakat.
"Kami membawa teman-teman SKPD dan humas wilayah agar mengetahui perjalanan proses kreatif yang mereka lakukan sampai ke tangan pembaca dan menjajaki kemungkinan kerja sama "
"Kami membawa teman-teman SKPD dan humas wilayah agar mengetahui perjalanan proses kreatif yang mereka lakukan sampai ke tangan pembaca dan menjajaki kemungkinan kerja sama," ujar Netty Herawati, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, saat kunjungan ke Kantor Kompas Gramedia, Jakarta Barat, Kamis (2/2).
Kerja sama publikasi, sambungnya, bisa memaksimalkan komunikasi dan jangkauan sosialisasi melalui pemanfaatan platform dan progam yang ditawarkan, sehingga warga lebih mengerti dan bisa memanfaatkan pelayanan yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Seperti BPTSP yang menyuarakan pelayanan bebas calo, Dinas Perumahan bisa bekerja sama dengan tabloid atau majalah berkaitan dengan properti. Kami juga diberikan ruang untuk mensosialisasikan program-program kami melalui event-event," tutur Netty.
Group Editorial Director, General Interest Media Kompas Gramedia, Didi Kaspi Kasim mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menyebarkan informasi ke masyarakat.
"Dengan audiens-audiens kami dan program yang kami siapkan harapannya bisa menjadi partner pemerintah untuk menjawab permasalahan komunikasi. Kami akan berfungsi untuk mengubah perilaku masyarakat dari lintas generasi melalui audiens kami," tandasnya.
Ada sebanyak 30 peserta yang mengikuti kunjungan ini. Mereka adalah seksi kehumasan di lima wilayah kota adminitrasi dan satu kabupaten, beserta SKPD/UKPD yang memiliki kemungkinan melakukan kerja sama.

Wednesday, February 1, 2017

Para Perajin Garut Ini Raup Belasan Juta Per Bulan dari "E-commerce".

KEADILAN SOSIAL
BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.


JAKARTA, KOMPAS.com — Menjalani hobi dan dibayar bagaikan bermimpi indah setiap malam. Para perajin di balik Tenjo Art dan Philo adalah mereka yang berhasil mewujudkannya.

Tenjo Art, sebuah toko online yang lahir dari kolaborasi kakak beradik asal Garut, yakni Argi (33) sang penggila seni, didukung oleh adiknya, Rop (28), yang sangat suka berbisnis.

Mereka mengawali bisnis online jam dinding bernilai seni sejak Oktober 2016 silam.
“Awalnya, kami sempat merantau ke Jakarta. Setelah ilmu dan pengalaman jatuh bangun kami rasa cukup, kami memutuskan untuk berkarya di kampung halaman,” kata Argi, melalui rilis keKompas.com, Selasa (31/1/2017). 

Pemasaran produk dilakukan melalui situs jual beli online, Tokopedia. “Efisien, tidak perlu keluar rumah, sampai sering dikira pengangguran,” tambah Rop sambil tertawa kecil.

Saat ini, Tenjo Art merupakan satu-satunya sumber penghasilan Argi dan Rop. Ke depannya, mereka berencana merenovasi rumah untuk membuat workshop yang layak.


“Kami juga akan merekrut beberapa karyawan agar bisa memenuhi permintaan yang terus melonjak dari hari ke hari,” ujar Rop. 

Pegiat industri kreatif lainnya adalah Prima (31), pemilik Philo. Philo berdiri di ruang digital sejak November 2015, melayani permintaan akan dompet kulit berkualitas mewah dengan harga murah.


Berawal dari kecintaannya akan industri kreatif, Prima saat ini menjadi satu-satunya perajin dompet kulit di Garut.
Secara konsisten, ia meluaskan pasarnya lewat Tokopedia. Tidak hanya berhasil mengambil hati daerah sekitar, produknya kini sudah dilirik para pemilik merek ternama di Jakarta dan Bandung.

Hasil itu tentu bukan tanpa usaha. Bisnis ini pun bukan bisnis yang kali pertama dijalani Prima. Namun, bisnis inilah yang membawanya berhasil meraup belasan juta per bulan, hingga mampu mempekerjakan enam karyawan.
“Titik balik dari perjuangan ini dimulai dari Tokopedia,” tutup Prima.

40 Persen KUR Disalurkan ke Sektor Produktif, Ini Penjelasan BRI.





KEADILAN SOSIAL
BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.


JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menetapkan 40 persen dari total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini harus diarahkan ke sektor produktif. Adapun target penyaluran KUR pada tahun 2017 mencapai Rp 110 triliun.
Lalu, mengapa sebenarnya penyaluran KUR pada tahun ini lebih digenjot untuk sektor produktif?
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam menerangkan, hal ini tidak terlepas dari kondisi permintaan dan penawaran yang tidak seimbang di Indonesia.
Asmawi menerangkan, permintaan akan konsumsi di dalam negeri Indonesia sangat besar, mengingat pasar dalam negeri Indonesia sangat besar pula. Akan tetapi, permintaan untuk konsumsi yang besar ini tidak diimbangi dengan produksi yang memadai.
“Akhirnya impor, apa saja. Orang Indonesia menjadi sibuk berdagang dan impor,” ujar Asmawi di kantornya di Jakarta, Selasa (31/1/2017).
Asmawi menuturkan, dengan banyak dan melimpahnya penyaluran kredit kepada sektor perdagangan, pada akhirnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Indonesia bisa jadi hanya mencakup sektor perdagangan dan tidak ada yang bergerak di sektor produktif.
Hal ini tentu akan merugikan perekonomian nasional. Menurut Asmawi, dengan pergeseran fokus penyaluran KUR ke sektor produktif, maka Indonesia dapat sebisa mungkin memproduksi berbagai hal di dalam negeri.
Selain itu, penyaluran KUR ke sektor produktif lebih banyak memberikan dampak rentetan atau multiplier effect ketimbang penyaluran ke sektor perdagangan.
Tidak menutup kemungkinan bahwa ke depan porsi penyaluran KUR ke sektor produktif akan ditingkatkan, semisal menjadi 50 maupun 60 persen. Dengan demikian, permintaan dan penawaran di Indonesia akan seimbang, sama halnya dengan keseimbangan antara sektor perdagangan dan produktif.
“Kalau (penyaluran) KUR ke sektor produktif multiplier effect-nya lebih besar, dari mulai tenaga kerja atau proses produksinya,” jelas Asmawi.
Sekadar informasi, hingga akhir tahun 2016 BRI telah menyalurkan KUR dengan total nilai mencapai Rp 69,4 triliun kepada kurang lebih 3,9 juta debitor. Dengan demikian, BRI menyumbang 91,1 persen dari total penyaluran KUR nasional.


Penulis: Sakina Rakhma Diah.
Editor: Bambang Priyo Jatmiko.

Transjakarta Targetkan 185 Juta Penumpang.

Transjakarta Targetkan 185 Juta Penumpang di 2017

KEADILAN SOSIAL
BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

www.beritajakarta.com
Reporter : Rudi Hermawan.
Editor : Rio Sandiputra.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan jumlah penumpang bus Transjakarta tahun 2017 naik menjadi 185 juta. Target tersebut naik 50 persen dari jumlah penumpang di 2016 yakni 123,6 juta.
" Target kami 2017,185 juta, artinya 50 persen dibandingkan dari pencapaian tahun lalu"
Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengakui target tesebut memang besar. Namun target itu merupakan analisa dari grafik angka penumpang yang trennya terus naik setiap tahun. Pihaknya memasang target tinggi untuk lebih kerja keras mengejar target tersebut.
"Target kami 2017, 185 juta penumpang, artinya (naik) 50 persen dibandingkan dari pencapaian tahun lalu," kata Budi, Rabu (25/1).
Sementara itu, Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph menambahkan, untuk mencapai target itu, pihaknya akan terus menambah jumlah armada bus. Dari yang hanya 1.056 unit, menjadi 2.590 unit. Bukan hanya itu, PT Transjakarta juga akan menambah rute, yang tadinya 80 rute menjadi 152 rute.
"Rencana penambahan rute baru seperti Cileduk ke Semanggi, Cileduk ke Pancoran, Bintaro ke Blok M dan sebagainya," tandasnya.

DKI Anggarkan Rp 58 Miliar untuk Peserta KJMU.

DKI Anggarkan Rp 58 Miliar untuk Peserta KJMU

KEADILAN SOSIAL
BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

www.beritajakarta.com
Reporter : Erna Martiyanti
Editor : Andry
Sabtu, 28 Januari 2017


Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp 58 miliar untuk peserta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) pada tahun ini.
" Ini untuk yang ke dua. Karena tahun kemarin sudah dilakukan. Tahun ini anggarannya Rp 58 miliar"
Anggaran sebesar itu disiapkan untuk biaya pendidikan 594 peserta KJMU yang diterima di 46 perguruan tinggi negeri.
Kepala Disdik DKI Jakarta, Sopan Adriyanto mengatakan, masing-masing peserta KJMU mendapat dana sebesar Rp 18 juta per tahun. Sebelum ditetapkan sebagai peserta KJMU, mereka telah diverifikasi terlebih dahulu.
"Ini untuk yang ke dua. Karena tahun kemarin sudah dilakukan. Tahun ini anggarannya Rp 58 miliar," ujarnya, Sabtu (28/1).
Sopan mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan 46 perguruan tinggi negeri dalam program KJMU ini. Di antaranya, Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip).
Menurut Sopan, program KJMU  yang telah berjalan, selama ini cukup baik. Sama halnya dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP), seluruh transaksi KJMU juga dilakukan dengan sistem non tunai.
"Kami belum terima laporan adanya penyimpangan. Semua masih berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada," tandasnya.